Kemaren saya ikutan bikin sebuah event. Di tengah2 berjalannya event itu, ada pembicaraan menarik diantara panitia itu yg saya dengar:
Read More..
Zippy's evil twin
2 jam yang lalu
Gue: Lebih personal, santai, enak dibaca, sesuai dengan umur saya yang masih muda. Cuman kata ini berasal dari jakarta, kayaknya diciptakan buat anak-anak gaul jakarta. Sedangkan saya besar di Semarang. Ada perasaan bersalah kalo menggunakannya. Seakan mengkhianati kultur daerah sini, dan selain kata itu juga gak termasuk kata baku.
Saya: Termasuk kata baku. Ada perasaan bangga kalo menggunakannya. Seolah ikutan kampanye penggunaan bahasa yang baik. Cuman sekarang ini masih terkesan kayak novel serius, tua, dan kaku. Belum populer di kalangan anak muda.
Aku: Untuk cerita-cerita yang menyentuh, kata ini sangat tepat karena bisa membawa kita 'masuk' lebih dalam. Sebenarnya ditujukan untuk anak muda, tapi gak terkesan santai. Malah terasa kayak orang lagi baca puisi.
"Itu murid mama, orang tuanya setiap hari kerjanya mengupas singkong 1 kuintal!! dari pagi sampe sore dan cuma dibayar Rp 12.500,00. Kalo ngupasnya kurang dari segitu, bayarannya kurang. Padahal anaknya ada 7. Salah satunya murid mama ini"
