Saya selalu percaya, kerja keras akan memberikan pengalaman. Dan suatu hari saya ikut membantu membuat acara. Motivasi saya ikut membantu saat itu karena ingin membantu teman, dan nambah pengalaman. Mumpung masih muda, apapun yg kita lakukan, kalo ada org yg nanya apa motivasinya, kita gak usah pusing mikir2, tinggal bilang: "nyari pengalaman". Dan semua orang akan manggut2. (kesempatan ini harus digunain, karena pilihan jawaban ini gak bisa dipake kalo udah umur 60 tahun)
Dalam acara tersebut saya bukan siapa2. Hanya orang yang mondar-mandir untuk sekedar melengkapi kekurangan. Maksudnya kalo ada yg kurang gini, ya saya jalan, kalo ada yg butuh gini, ya saya langsung nyari. Mungkin itu bukan kerjaan yg membanggakan, walau kontribusinya juga dapat menentukan kinerja kolektif. Cepat atau lambat kerjaan saya akan berpengaruh juga sama kerjaan org lain.
Apapun itu saya memandangnya positif.
Apalagi sewaktu saya diminta ke percetakan. Disitu saya nongkrong lama karena mengurusi beberapa hal. Karena durasi nongkrong saya yg cukup lama disana, saya jadi lumayan akrab sama mas2 operator disana. Seluruh mas2 disana memiliki keahlian mendesain yg tidak dapat dipandang sebelah mata. Tapi juga jangan dipandang dengan cara melotot. eh....
Oiya, mas2 disana itu, mungkin karena jam terbang tinggi di tempat percetakan tersebut, mereka paham betul soal photosop, corel, adobe ilustrator, dll. Saya ngobrol banyak tentang hal2 tersebut karena saya juga cukup paham. Obrolan kami nyambung. sampai pada satu titik, salah satu dari mereka membocorkan satu rahasia penting. Di luar pekerjaan mereka di percetakan ini, ternyata mereka juga sering ikut kompetisi desain internasional, dan juara. Salah satu yg saya ajak ngobrol sudah 4 kali juara dan memenangkan uang sekian juta rupiah. Dia menunjukkan profilnya di internet, dan kompetisi yg dia menangkan.
Tapi dia sebenarnya sangat sangat belum puas. Karena orang2 jogja malah udah banyak yg juara, dengan hasil uang yg lebih besar. Katanya "di jogja itu informasi berjalan lancar, gak kayak di semarang, susah, susah diajak maju bareng2." Dia mengungkapkan keinginannya agar org2 semarang bisa kayak org jogja. Maka dia mengajarkan saya untuk ikut kompetisi itu. Sebuah kompetisi yg gak membutuhkan modal apapun, hanya otak dan kreativitas, tapi bisa menghasilkan.
Dibalik seragamnya sebagai pegawai biasa di percetakan, ternyata dia adalah seorang 'guru'.
Dan sekarang2 ini saya sedang ikut kompetisi itu.
Demi semarang bo.
Recent Posts

0 komentar:
Poskan Komentar
Komentar